“Berkali-kali ku bilang! Sabarku pasti ada
batasannya!!”. “Aku capek! Kesabaranku udah habis!”
Kalo dipikir-pikir batasan kesabaran sampai mana? Sampai Anyer ke Panurukan kah? Hehehehhe. Masyaallah. J Islam tak mengenal batasan kesabaran.
Begini Sahabat-sabatku yang dirahmati Allah... Pada kesempatan postingan ini saya mencoba untuk mengupas, letak kesabaran manusia itu dimana.
Kalo dipikir-pikir batasan kesabaran sampai mana? Sampai Anyer ke Panurukan kah? Hehehehhe. Masyaallah. J Islam tak mengenal batasan kesabaran.
Begini Sahabat-sabatku yang dirahmati Allah... Pada kesempatan postingan ini saya mencoba untuk mengupas, letak kesabaran manusia itu dimana.
Nabi saw bersabda “Barang siapa menahan
kemarahannya, padahal ia sanggup melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya
pada hari kiamat di hadapan seluruh mahluk hingga dia disuruh memilih bidadari
mana yang ia kehendaki”. (Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi).
Dalam
riwayat yang lain oleh Al-Tabrani, bermaksud:
“Aku bertanya, Ya Rasul Allah, tunjukkan kepada saya
satu amalan yang membolehkan saya masuk kedalam Syurga? Jawab Baginda “Jangan
kamu marah bagi kamu Syurga”.
Subhanaallah begitu indahnya balasan bagi
orang yang berhasil menahan kemarahannya. Hmmm... Siapa yang ndak suka punya
bidadara/i syurga yang cakep-cakep, terjaga matanya dari hal yang diharamkan,
masih muda dan sangat tampan serta cantik jelita?
Subhanaallah..
Nah, pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan beberapa tips unik yang
teramat mujarab jika kita terlibat dalam pertikaian dengan sesama muslim terlebih
jika mereka adalah orang tua kita.
“Berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa.” Ya begitulah
bunyi surah Al-An’am ayat 151. Sungguh perintah Allah bagi manusia. Untuk Berbirrul Walidain. Namun
bagaimana cara mengatasi jika kita terperangkap dalam pertikaian dengan mereka,
hal yang sangat dilarang oleh Allah tersebut?
Nah ini adalah beberapa tips penting yang sempat dirangkum
dari beberapa sumber shahih.
1.
Bacalah Ta’awudz
Kawan fiillah, nampaknya tips ini sangat penting untuk
kita amalkan. Sebab sebuah riwayat hadits telah menunjukan kemanjuran tips ini.
Nabi saw pernah melihat dua orang yang
saling mencela, satu dari keduanya. Lalu Nabi saw bersabda, “Aku mengetahui
satu kalimat, seandainya dia mau membacanya niscaya reda marahnya, andai saja
ia mau mengucapkan A’udzubillahi minnasysyaitanirrajim. (Bukhari
Muslim).
2. Berwudhulah
Kawan-kawan fiirahimakumullah, Nabi saw bersabda
“Sesungguhnya marah itu dari syetan, sedangkan syetan diciptakan dari api, dan
api hanya dapat dipadamkan dengan air, maka apabila salah seorang dari kalian
sedang marah hendaknya berwudhu. (HR. Ahmad dan Abu Dawud). Nah inilah salah
satu obat anti marah, jika syetan menggebu dalam amarah. Silahkan deh dicoba.
3. Ingatlah Allah
Kawanku, cobalah dengar asma Allah. Asma yang begitu
indah. Begitu agung. Baca dan dengarlah ayat-ayatNya. Seperti apa yang
dilakukan Umar bin Khattab ketika amarah menguasai dirinya. Abdullah bin Umar
mengatakan, “sungguh aku tidak pernah melihat Umar marah, lalu diingatkan Allah
disisnya atau ditakut-takuti akan Allah, atau dibacakan ayat melainkan beliau
pasti terhenti dari marahnya.” Bahkan pernah suatu ketika Umar memanggil
seorang sahabat dengan marah sambil membawa cambuk, maka sahabat itu berkata
pada Umar, “Aku ingatkan kamu akan Allah!” maka Umar langsung membuang
cambuknya seraya berkata, “Sungguh kamu telah mengingatkanku akan suatu urusan
yang besar.” Astaghfirullah, semoga Allah mengampuni segala kesalahan kita.
4. Cobalah untuk Duduk
dan Berbaringlah
Ini adalah hal yang perlu kawan-kawan coba juga. Tips
ketika marah.
Nah saat marah terjadi beberpa kontrasi dalam diri, yakni
sebagai berikut: Berubah wajahnya, meluap-luap darahnya, angota badannya menggeletar,
tegang urat lehernya, keseluruhan badannya menggigil, tidak dapat mengontrol
omongannya dan tidak jelas perlakuannya ketika itu akan keluar dari
mulutnya perkataan yang keji, kata-kata yang mengutuk dan mengumpat, dan
boleh jadi keluar dari mulutnya perkataan yang haram.
Subhanaallah... sangat diperlukan perjuangan yang teramat
sabar, yang bersungguh-sungguh, hingga seseorang dapat sabar dan mengalahkan
nafsunya. Yang jelas, sabar dalam Islam tidak ada batasnya. Waallahu a’lam.
Nah untuk menghindarinya... Yuk kawan tak ada salahnya
kan kalo kita mencoba tips-tips tersebut? J Insyaallah berhasil. Ehm... Yuk
sama-sama mempersiapkan diri untuk tetap sabar dan mendapatkan jannahNya? J Barakaallah Fiikum.

alhamdulillah, dapat pencerahan saya. nambah ilmu juga. sukron ukh :)
BalasHapus:) Alhamdulillah.. Afwan Retno
BalasHapus