Aku mendengarmu tidak dengan telinga, yang tak terdengar bila jauh
dengan jarak aku mendengarmu. Dengan rasa dalam pejaman mata.
Aku tak melihatmu dengan kedua mata, yang tak kan bisa melihatmu. Terhalang sejauh mataku memandang.
Aku melihatmu dengan ingatan dan
kenangan dalam do’a-do’a yang kulantunkan pada-Nya.
Namamu terlantun dalam Basmallahku
dan Amiinku, wahai kau ‘Abdullah’.
Disisa usiaku aku berharap padaNya agar kau dan engkau kan bersatu. Bertemu dalam muara cinta karenaNya.
Disisa usiaku aku berharap padaNya agar kau dan engkau kan bersatu. Bertemu dalam muara cinta karenaNya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar