Aku masih duduk di bangku hitam
kosong dalam relungku.
Ya.. dibawah pohon kering tak berdaun
itu
Tepat dibawahnya
Malam itu, kau menjadi imamku. Imam
sholat untukku.
Tak tahu rasa apa yang aku rasakan
saat itu.
Saat pertemuanku dan pertemuanmu.
Tepat saat salam akhir pada sholat
maghrib itu.
Aku tak tahu, dari mana munculnya
suara itu.
Ku masih terdiam terpaku.
Dalam doa hati ini berdebar. Berdebar
tak tahu arah.
Suara itu...
Lagu itu...
Dentingan alur lagu itu...
Seolah malam milikku dan milikmu.
Hai.. sapaku, bagaimana denganmu.
Bisakah kita terus beradu?
Coba lihatlah dalam hatiku..
Lebih dalam lagi..
ya..
dalam lagi..
Cobalah kemari... aku merindumu.
Merindu dalam sejuta anganku
bersamamu.
Paciran,
14 Desember 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar