Select Your Language

Minggu, 02 Februari 2014

Kehangatan Nyala Api


 Alkisah. Suatu ketika Kapak, Gergaji, Palu dan Nyala Api. Mereka sedang berjalan asyik dengan bumbuhan sendau guraunya. Ketika itu, ada sebuah besi yang menghalangi jalan mereka.

mereka segera berfikir, bagaimana cara mereka untuk menyingkirkan besi itu.
mereka masih terdiam ...
Kapak, dengan giginya ia mulai memotong besi itu dengan sekuat tenaga dan seluruh kemampuan yang ia punya. Namun, alhasil? Apakah yang terjadi ...? Si Kapak mulai kelelahan atas semua usahanya. Besi itu tak bisa terpotong juga.
melihat temannya kelelahan, Si Gergaji membantu. Gergaji mengeluarkan semua kemampuannya. Namun, apa yang terjadi? Gergaji dan Kapak masih tak bisa juga menyingkirkan besi itu dari  jalan. Besi itu masih tergeletak tak bertuan dijalan itu.
Kapak dan Gergaji, sudah kehabisan tenaga. Pasalnya ketajaman kapak sudah tak bisa lagi memotong besi itu. Bahkan ketajaman itu berubah menjadi tumpul. Gergaji, tak heran-herannya pula. Gigi yang ia miliki sekarang sudah tak berfungsi lagi, akibat terlalu bersih keras untuk memotong besi itu,
Tiba saatnya untuk palu, “ah.. kalian itu. Badan gede, tapi apa? Masak besi gitu aja nggak bisa dipotong. Lihat aja aku.!” Sombong Si Palu.
“plak ... plak ... plak ...” dengan ngos-ngosannya ia masih berusaha memotong besi itu.
tapi, apa daya? Besi itu masih tergeletak. Tak sedikit pun, bagian darinya terpotong.
.... Mereka Terdiam....
Api yang menyala, berjalan mendekati besi itu. “Aku akan mencoba melelehkannya” kata Si Nyala Api.
“apa? Kau hendak melenyapkan besi itu. Kau ini kecil, masih besar besi itu?” ledek Si Palu
Tanpa menghiraukan ucapan Si Palu. Nyala Api pun berucap “Bismillah..” dengan menyebut NamaNya Si Nyala Api mulai menggeluti dan memutari besi itu dengan sabara dan tanpa henti.
 Alhasil? Besi itu pun leleh...
mereka bertiga tersontak keheranan.



Renungan

Ada banyak hati yang cukup keras untuk melawan kemurkaan dan amukan
kemarahan demi harga diri. Tapi jarang ada hati yang tahan melawan nyala api cinta kasih yang hangat.
Betapa arif dan bijak ada sebuah nyala api berada dalam sebuah kelembutan dan kehangatan.

seperti api yang melelehkan besi yang kuat. Subhanaallah...
style='max-height:300px;overflow:auto'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain [HR.MUSLIM no.91]. Barakaallah Fiikum :)