“Warna-warni
kehidupan, membuatku menikmati keindahan.
Tertidur
dan terbangun akan keikhlasan.
Cinta,
yang mengajarkanku bagaimana keidahan itu dibukukan.
Mungkin,
kesedihan dapat mengubah rasa manis menjadi pahit, lembutnya sutra menjadi
kasar, terang cahaya menjadi padam.
Namun
tidak denganku untuk itu.
Sosok
itu ... Aku dibelainya, dianggapnya aku s’bagai buah hatinya.
Terkadang
aku iri pada teman-temannku. Menikmati belaiaan, ayoman, ciuman manja dari
seorang Ayah. Namun, itu setidakknya t’lah terobati sudah.
Aku
tak pernah merasakan kehangatan cinta dari Ayah, namun aku merasakan itu dari
dia. Pria Tua tercintaku”
Desah
Rindu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar