Bunga gugur pun memiliki sebuah penantian. Dan penantian itu tak pernah sia-sia. Karena bunga itu berharap bahwa ada sebuah ujung yang indah pada akhir penantiannya.
Walau, mungkin. Tangkai yang tak mengharapkan indah dirinya. Atau karna tiupan angin? Hingga ia terjatuh tak bertuan.

Kumenanti dalam sisa umurku.
Menanti, semua keputusan Allah dengan segala ikhtiar dan tawakalku. Mencoba
tabbah, sabar dan ikhlas. Walau, aku msih sekuntum bunga kecil.
Bersalahkah aku? Jika aku, ingin menjdi kuntum mekar yang nantinya tumbuh mengharumkan nama.
Aku ingin berada dalam hidup yang semestinya tertasbih Asma Allah.
Meski itu tak langsung berbuah menjadi indah dan manis.
Namun ketahuilah, aku berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Melepas seseorang yang telah mengisi hari-hariku, memang sngatlah berat.
Namun, bergelut dalam syahwat atas nama cinta. Memadukannya denganmu yang belum mahramku. Itulah hal yang sangat Rabbku dan Rabbmu benci.
Aku ingin menanti kekasih halalku kelak. Dalam mighrab cintaNya.
Bersalahkah aku? Jika aku, ingin menjdi kuntum mekar yang nantinya tumbuh mengharumkan nama.
Aku ingin berada dalam hidup yang semestinya tertasbih Asma Allah.
Meski itu tak langsung berbuah menjadi indah dan manis.
Namun ketahuilah, aku berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Melepas seseorang yang telah mengisi hari-hariku, memang sngatlah berat.
Namun, bergelut dalam syahwat atas nama cinta. Memadukannya denganmu yang belum mahramku. Itulah hal yang sangat Rabbku dan Rabbmu benci.
Aku ingin menanti kekasih halalku kelak. Dalam mighrab cintaNya.
Wahai kumbang, pastinya kau inginkan menjadi kumbang perkasa, bukan?Tak inginkah kau menghampiri dan memiliki sekuntum bunga indah yang kelak menemani sisa umurmu?
Yaa Allah, ampuni kami. Tuntun kami smua menjadi pribadi yang nantinya indah ... indah ... dan indah ... degan sisa nafas kami.
Yaa Allah, ampuni kami. Tuntun kami smua menjadi pribadi yang nantinya indah ... indah ... dan indah ... degan sisa nafas kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar